Rabu, 09 Oktober 2013

Mau Siapkan Dana Pendidikan, Pilih Reksa Dana atau Saham?


jakarta - Merencanakan keuangan untuk si buah hati sangat penting, salah satunya untuk menyiapkan dana pendidikan. Produk investasi apa yang cocok untuk dana pendidikan anak, saham atau reksa dana?

Perencana Keuangan Ligwina Hananto mengatakan produk reksa dana saham dinilai cocok untuk menyiapkan dana pendidikan anak di masa yang akan datang.

"Reksa dana lebih cocok untuk dana pendidikan anak karena pembayarannya bisa autodebet, ada manajer investasi yang mengatur jadi ada ahlinya. Jadi kalau tujuannya dana pendidikan anak mendingan di reksa dana dari pada saham karena saham biasanya trading hari ini beli besok jual," ujar Wina saat acara Financial Clinic Smart Investment di Pacific Place, Jakarta, Senin (8/10/2013).

Menurutnya berinvestasi di saham memiliki volatilitas yang tinggi sehingga tingkat risikonya lebih tinggi. Sementara reksa dana jauh lebih aman daripada berinvestasi saham langsung.

"Saham volatile-nya tinggi. Saham tidak untuk pendidikan anak. Jadi kalau saham, saat saham turun, dana pendidikan anak aman. Jadi itu yang membedakan investasi di reksa dana dan saham," ujar dia.

Ia mencontohkan, jika seseorang membutuhkan dana Rp 645 juta untuk pendidikan anak masuk ke sebuah universitas, maka seseorang disarankan membeli reksa dana.

"Misal dengan waktu beberapa tahun ke depan butuh Rp 645 juta, pilihannya bisa nabung atau investasi. Kalau nabung Rp 3 juta per bulan itu satu anak pertama. Sementara kalau investasi di reksa dana butuh setoran cuma Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta per bulan dengan target return 25% di reksa dana saham," katanya.

Menurut Wina, investasi adalah pilihan, produk mana yang dipilih untuk tujuan tertentu. "Kita harus memilih, reksa dana ini kan pengganti menabung," ujarnya.
 
Acara ini diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Mandiri Sekuritas dan detikFinance. Acara belajar investasi ini dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan baik muda, tua, pegawai, maupun mahasiswa.

Hadir pula Equity Market Retail Mandiri Sekuritas Fath Aliansyah Budiman dan Kepala Unit Kajian dan Analisa Ekonomi Divisi Riset BEI R. Haidir Musa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar